Pemerintah Memutuskan Untuk Kembali Melanjutkan PPKM Hingga 30 Agustus 2021, Berikut Penjelasannya.

Bagikan Berita

BangkaBelitung,BERITACMM.com

Pemerintah memutuskan untuk kembali melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai wilayah di Indonesia

Melalui siaran langsung di Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (23/08/2021)
Presiden Indonesia, Jokowi memastikan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tersebut akan kembali dilakukan terhitung Hari Selasa besok hingga Senin 30 Agustus 2021.

“Sejak titik puncak kasus pada tanggal 15 juli 2021 , kasus konfirmasi Positif terus menurun dan sekarang ini sudah turun 78% , Angka kesembuhan secara konsisten lebih tinggi dibanding penambahan kasus Konfirmasi Positif selama beberapa Minggu terakhir,
Hal ini berkontribusi secara signifikan terhadapan penurunan keterisian tempat tidur ” Jelasnya

“BOR (Bed Occupancy Rate) Nasional yang saat ini berada pada angka 33% , untuk itu Pemerintah memutuskan dari 24 agustus hingga 30 agustus 2021 beberapa daerah bisa diturunkan level nya, dari level 4 ke level 3” Lanjut Joko Widodo

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga ‘Memamerkan’ angka-angka penurunan Konfirmasi Positif Covid-19 hingga tingkat kesembuhan dalam beberapa Minggu terakhir untuk pulau Jawa Dan Bali, juga mengungkapkan adanya perkembangan yang membaik untuk untuk Pulau luar Jawa dan Bali .

“Untuk pulau Jawa Bali, wilayah Aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya dan beberapa Wilayah kabupaten/kota lainnya sudah bisa berada pada level 3 mulai tangga 24 agustus 2021,
Untuk pulau Jawa Bali ada perkembangan yang cukup baik, Level 4 dari 67 Kabupaten/Kota berkurang jadi 51 Kabupaten/Kota, level 3 dari 59 Kabupaten/Kota menjadi 67 Kabupaten/Kota dan level 2 dari 2 Kabupaten/Kota menjadi 10 Kabupaten/Kota” Ungkapnya

“Untuk luar Jawa Bali juga ada perkembangan yang membaik tetapi harus tetap waspada, Level 4 dari 11 provinsi menjadi 7 provinsi, level 4 dari 132 Kabupaten/Kota menjadi 104 Kabupaten/Kota, level 3 dari 215 Kabupaten/Kota menjadi 234 Kabupaten/Kota , level 2 dari 39 kabupaten/Kota menjadi 48 Kabupaten/Kota” Lanjut Joko Widodo

Perkembangan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)

Sekadar informasi, awalnya pemerintah menetapkan PPKM darurat dilaksanakan sejak 3-20 Juli 2021.

Kemudian, pemerintah melakukan perpanjangan PPKM hingga 25 Juli 2021. Setelahnya, PPKM berubah nama menjadi PPKM level 4, 3, dan 2, serta diperpanjang lagi sampai 2 Agustus 2021.

PPKM level 2-4 ini pun kembali diperpanjang hingga 9 Agustus 2021. Masih belum selesai, PPKM level 2-4 diperpanjang lagi sampai 16 Agustus 2021

Dalam konferensi pers evaluasi PPKM pada 16 Agustus 2021kemarin, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa PPKM level 2-4 diperpanjang lagi sampai 23 Agustus 2021.

Saat itu , PPKM level 2-4 diberlakukan di tujuh provinsi yang ada di Jawa dan Bali. Adapun dasar hukum pelaksanaan PPKM ini adalah Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 34 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali yang terbit pada 16 Agustus 2021.

Selain di Jawa dan Bali, PPKM level 2-4 juga berlangsung di wilayah luar Jawa-Bali.

dan saat ini Pemerintahan kembali memutuskan untuk memperpanjang PPKM hingga 30 Agustus seperti yang telah di sampaikan Presiden Indonesia saat Live di Kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Lebih lanjut, Jokowi juga menghimbau kepada Masyarakat untuk tetap hati-hati dan penuh kewaspadaan dalam perbaikan situasi Covid-19 agar pembukaan kembali aktivitas Masyarakat tidak berdampak pada peningkatan kasus.

“Perbaikan situasi Covid-19 yang kita miliki saat ini tetap harus kita sikapi dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan, pembukaan kembali aktifitas Masyarakat tetap harus dilakukan tahap demi tahap seiring dengan Protokol Kesehatan Testing dan Tracing yang tinggi serta cakupan Vaksinasi yang semakin luas, hal-hal tersebut perlu dilakukan agar pembukaan kembali aktivitas masyarakat tidak berdampak pada peningkatan kasus” Tutup Presiden Indonesia




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *