Babel Menjadi Provinsi Pertama yang Integrasikan Pendidikan Anti Narkoba Dalam Kurikulum SMA/SMK

Bagikan Berita

BangkaBelitung,BERITACMM.com

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mengintegrasikan pendidikan anti narkoba ke sejumlah mata pelajaran siswa SMA/SMK se-Bangka Belitung.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 tahun 2021 dan menjadikan Negeri Serumpun Sebalai menjadi Provinsi pertama yang mengintegrasikan pendidikan anti narkoba ke sejumlah mata pelajaran .

Pada sambutannya, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan bahwa ia tak main-main dalam meng-implementasi kan program Pemprov Babel bersama seluruh Forkopimda, agar masyarakat khususnya pelajar dapat teredukasi tentang bahayanya narkoba.

“25 oktober kemarin kami sudah menandatangani Peraturan Gubernur nomor 55 tahun 2021tentang integrasi pendidikan anti narkoba ini, sampai-sampai petugas kurikulum untuk hal ini pun sudah kita persiapkan, nantinya pendidikan anti narkoba ini akan kita terapkan di 5 mata pelajaran yaitu, PKN, Penjaskes, Agama,Geologi dan Kimia dan ini sudah kita implementasikan , jadi bukan kaleng-kaleng pak” Katanya

Dalam hal ini, tentunya Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia juga mendukung terkait upaya Pemerintah Daerah tersebut.

Itu terlihat dari kehadiran Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Dr.Petrus Golose dalam pembukaan kegiatan Drug Free Exhibition dan Launching Program integrasi pelajaran pendidikan anti narkoba serta program sinergitas 4 pilar , di Gedung Tribrata Polda Babel , Rabu (27/10/2021)

“kami mengucapkan terimakasih atas dukungan dan supportnya, karna kehadiran Kepala BNN RI ke Babel ini merupakan support penuh kepada jajaran pemeritahan daerah untuk betul-betul perang dengan narkoba” Ujar Gubernur Erzaldi

Ia juga menambahkan pengintegrasian ini dilakukan dengan harapan siswa/siswi di Bangka Belitung terhindar dari penyalahgunaan narkoba yang semakin marak di tengah pertumbuhan ekonomi.

“Ini pas waktunya saat ekonomi di Babel ini tumbuh dan berkembang. Kita tidak ingin memakai penghasilan mereka terkhususnya untuk membeli narkoba dan menambah keyakinan bahwa perang dengan narkoba,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia berharap pencegahan peredaran narkoba dapat dicegah terutama saat perekonomian yang kian meningkat ini

“Peredaran narkoba saat perekonomian yang kian baik ini kalau tidak ditekan akan masif narkoba. Sehingga setelah ada kedatangan kepala BNN RI, Insyah Allah beliau akan mendukung,” Harap Erzaldi.

Sementara itu, Kepala BNN RI, Komjen Pol Dr.Petrus Golose menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Babel yang telah menjadikan Bangka Belitung sebagai Provinsi pertama yang memasukan pendidikan anti narkoba ke dalam kurikulim pembelajaran SMA/SMK sesuai dengan Instruksi Presiden RI

“Saya apresiasi kepada bapak Gubernur, karna Bangka Belitung ini sebagai Provinsi pertama yang memasukan pendidikan anti narkoba ke sejumlah mata pelajaran, Ini sesuai dengan Instruksi Presiden kepada 72 Kementrian dan Lembaga termasuk Pemerintah Daerah yang tercantum pada Inpres (Intruksi Presiden) nomor 2 tahun 2020” sampainya saat di wawancarai di sela acara.

Ia juga berharap , Bangka Belitung menjadi contoh provinsi lain guna mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba.

Kaitan War On Drugs yang kita sampaikan kepada masyarakat dengan dicanangkan di Bangka Belitung ini saya harapkan dapat diikuti oleh Provinsi lainnya, dan hal ini juga tentunya merupakan kebahagiaan bagi saya apabila dapat mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba” Tutup Komjen Pol Dr.Petrus Golose

Dalam launching program integrasi pendidikan anti narkoba masuk ke kurikulum SMA-SMK se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hadir sejumlah tamu penting, Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN ) RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, Kepala BNN Provinsi Bangka Belitung Brigjen Pol Zainul Mutaqien, Kapolda Babel Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan unsur muspida lainya.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *