Pincab Gerakan Pemuda Ansor Sarankan DPRD Pangkalpinang Untuk Mengambil Sikap Terkait Ketidakharmonisan Walikota dan Wakil Walikota

Bagikan Berita

BangkaBelitung,BERITACMM.com

Kabar ketidakharmonisan antara Walikota Pangkalpinang Maulana Aklil dan Wakil Walikota Pangkalpinang M.Sopian hingga saat ini masih hangat menjadi perbincangan publik dan cukup banyak menyita perhatian masyarakat .

Sebelumnya, Wakil Walikota Pangkalpinang M.Sopian mengatakan bahwa dirinya yang hampir 3 Tahun menjabat tak pernah dilibatkan dalam rencana pembangunan kota Pangkalpinang.

Menanggapi persoalan yang sedang terjadi, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Wahyu Gusna mengatakan bahwa dirinya terkejut dengan adanya kabar tidak baik ini .

Dijelaskannya, ketidakharmonisan antara kedua pemimpin ini merupakan musibah bagi masyarakat Pangkalpinang .

“Inalillahi wainailaihi rojiun,  ini adalah musibah bagi masyarakat Pangkalpinang” Jelasnya saat di wawancarai oleh awak media, Minggu (07/11/2021)

“Hari ini kita kita terkejut sekali, karna kan waktu awal mereka diusung takelinenya adalah SMS (senyum molen sopian) , kalo hari ini kan senyum molen surang , ini bahasa yang kita lihat dan ketehui dari penyampaian pak Wawako seperti itu” Kata Wahyu Gusna

Ia juga menambahkan bahwa ketidakharmonisan antara kedua Pemimpin ini akan berdampak kepada masyarakat, mengingat ditengah kondisi Pandemi Covid-19 ini dibutuhkan kerjasama yang sangat baik antara pemangku kebijakan dan masyarakat dalam penanganannya.

“Berdampak tentunya, harapan masyarakat banyak persoalan-persoalan yang dapat terselasaikan dengan keharmonisan mereka, apalagi ini kan sedang Pandemi, saat Pandemi seperti ini kok gak kompak?  Bagaimana kita bicara ke masyarakat untuk melakukan sesuatu, sedangkan dari Pemimpin kita tidak melakukan, masyarakat mau berpanut ke pemimpin yg mana ? Ini kan jadi membingungkan masyarakat jadi segeralah bertemu sebagai saudara, sebagai muslim, sebagai pemimpin dari masyarakat sehingga Pangkalpinang kembali menjadi kota yang sama-sama kita banggakan” Tambah Tokoh Pemuda tersebut.

Lebih lanjut, Wahyu Gusna juga menyarankan pihak Legislatif yakni DPRD kota Pangkalpinang untuk mengambil sikap agar dapat mempertemukan keduannya dan mendiskusikan permasalahan ini sehingga roda Pemerintahan dapat kembali berjalan dengan baik.

“Masak dari 30an orang di DPRD Pangkalpinang tidak ada yang bisa mempertemukan keduanya, atau panggil secara resmi untuk bertemu secara langsung dan mendiskusikan permasalahan ini sehingga roda Pemerintahan bisa berjalan kembali dengan baik” Lanjutnya

“Melihat kondisi ini jangan sampai tidak terkontrol maka Legislatif, Pimpinan Dewan harus segera rapat untuk menentukan sikap,  memanggil kedua belah pihak untuk segera bertemu menyelesaikan persoalan ini , karna itu jalan lainnya kalau tidak bisa bertemu bedua maka jalan lainnya melibatkan Legislatif” Tutup Wahyu Gusna

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *