Kasus Tipikor Pada Dinas Pertanian Babel, Kejari Bangka Terima Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Tahap II

Bagikan Berita

BangkaBelitung,BERITACMM.com

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II)  Kasus tindak pidana korupsi pekerjaan Kontruksi Ferrocemet pada Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung yang menggunakan APBD Provinsi Bangka Belitung tahun anggaran 2020 senilai Rp 731.141.000 (Tujuh ratus tiga puluh satu juta seratus empat puluh satu ribu rupiah), Senin (15/11/2021)

Dalam tindak pidana korupsi tersebut Kejari menetapkan 3 orang tersangka yaitu (JU) selaku pengguna anggaran, (Joh)  Penyedia,  dan (Jun)  selaku PPTK.

Kegiatan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II)  dipimpin oleh seksi tindak pidana khusus Kejari Bangka .

Sementara itu, para tersangka juga didampingi oleh para penasehat hukumnya masing-masing.

Pekerjaan tersebut terindikasi terjadi tindak pidana korupsi berawal sekitar bulan maret 2021 ,setelah didapati pengerjaan Ferrocement di Desa Kemuja yang sudah rebah padahal baru saja diserahterimakan di bulan Desember 2020 oleh penyedia CV. Kurau Timur kepada Kepala Dinas Pertanian Kep.Babel.

Menindaklanjuti informasi tersebut penyidik Kejari Bangka melakukan penyelidikan

Dari hasil penyidikan berdasakan pemeriksaan saksi – saksi dan ahli serta hasil hammer test dan uji tekon beton diperoleh data bahwa kualitas pekerjaan konstruksi ferrocement yang jauh dibawah mutu beton K-175 yang disyaratkan dalam kontrak sehingga berpengaruh terhadap masa pakai yang diharapkan diperoleh negara dari uang negara yang dikeluarkan pada pekerjaan tersebut dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp 295.141.000,-


Terhadap para tersangka tidak dilakukan penahahan oleh penuntut umum dengan pertimbangan bahwa telah menyerahkan titipan uang untuk pengganti seluruh kerugian negara yang timbul dalam kasus ini, dan adanya jaminan dari keluarga para tersangka dan penasehat hukumnya bahwa tersangka tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mempersulit persidangan.

Terhadap para tersangka dikenakan sangkaan :
Primair : Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP
subsidair : Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Saat ini berkas perkara atas nama tersangka JU (selaku Pengguna Anggaran) dan Jun (PPTK) telah dilimpahka ke PN Tipikor Pangkalpinang untuk disidangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *