Gubernur Erzaldi Rosman Sikapi Kenaikan NJOP PBB-P2 Di Kota Pangkalpinang

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Rencana Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB-P2 yang diduga melebihi 100% nampaknya terus menuai kontroversi dari masyarakat hingga saat ini.

Masyarakat menilai keputusan untuk menaikan NJOP tersebut bukanlah sebuah kebijakan yang berpihak kepada masyarakat Pangkalpinang khususnya.

Dalam hal ini, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan turut menyikapi kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang yang di pimpin oleh Maulana Aklil atau yang akrab disapa Molen tersebut.

Menurutnya, Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Babel sekarang ini bukan berarti harus di jawab dengan kenaikan NJOP, karna Erzaldi menilai tidak semua orang mendapat imbas dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

“Kita harus realistis, dalam kondisi ekonomi yang relatif kurang baik bukan berarti pertumbuhan ekonomi tinggi itu di jawab dengan meningkatkan NJOP dan beranggapan semua orang mampu membayar itu, tidak semua orang mendapat imbas dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” ungkap Gubernur Babel kepada awak media, Senin (21/02/2022)

Walaupun segala kewenangan dalam menaikan NJOP Kota Pangkalpinang ada pada Walikota, Erzaldi berharap Walikota Pangkalpinang memiliki pertimbangan yang baik dalam setiap kebijakan yang akan diambil, agar tidak menyulitkan masyarakat dan tidak menghambat investor yang ingin berinvestasi.

“Pak walikota tentunya sudah memiliki pertimbangan, pak walikota harus realistis dalam membuat kebijakan tapi itu tetap kewenangan beliau. Harus memperhatikan masyarkat yang tidak mampu mungkin dia ada caranya, juga harus memperhatikan lokasi-lokasi, jangan sampai nantinya bisa menghambat orang untuk investasi,” tungkas orang nomor satu di Babel ini.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.