Walikota Pangkalpinang Sampaikan Pandangannya Terhadap Dua Raperda

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil berikan tanggapan atas pandangan umum fraksi – fraksi terhadap 2 Raperda Kota Pangkalpinang, Senin (21/02/2022).

Adapun 2 Raperda tersebut dibahas saat Rapat Paripurna kelima Belas masa persidangan II tahun 2022 DPRD Kota Pangkalpinang, yakni

  1. Raperda Kota Pangkalpinang tentang penyelenggaraan pencegahan, penanggulangan, pengendalian, penyelamatan kebakaran, dan penyelamatan non kebakaran.
  2. Raperda penyelenggaraan Kepariwisataan

Pada rapat tersebut, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil menjelaskan terkait pertanyaan adakah implikasinya rekrutmen tenaga Satlakar, Retkar maupun Balakar jika dikaitkan dengan PP Nomor 49 tahun 2018 tentang manajemen PPPK.

“Ini tidak ada implikasinya, namun tetap mereka sebagai warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi PPPK apabila memenuhi persyaratan,” ungkapnya.

Lanjut Molen Sapaan akrab Wali Kota Pangkalpinang itu, terkait Raperda tentang penyelenggaraan Kepariwisataan, pihaknya sudah mempersiapkan sarana dan prasarana, SDM dan juga gencar promosi.

Dijelaskan Molen, dalam rangka pengembangan pemasaran pariwisata, masalah utama yang dihadapi dan menjadi kendala yakni pencintraan Pariwisata Kota Pangkalpinang, strategi komunikasi pemasaran yang belum terpadu dan terfokus, dan juga sinergi kemitraan pemasaran yang masih belum optimal.

Terkait perihal itu, kata Molen perlu dilakukan kebijakan seperti mengembangkan teknik sistem pemasaran yang terpadu. Kemudian mengembangkan teknik dan media komunikasi pemasaran yang efektif, dalam membangun citra pariwisata kota sebagai destinasi pariwisata perkotaan berbasis sejarah Bangka Belitung.

” Kita akan meningkatkan kerjasama promosi antar daerah yang memiliki kesamaan tema sejarah Bangka Belitung dan budaya Bangka dengan produk kota,” ucapnya.

“Kita akan menyusun profil investasi Pariwisata Kota sesuai dengan potensi sejarah pertambangan timah dan nilai budaya Melayu, merumuskan dan menetapkan regulasi investasi Pariwisata yang berpihak kepada masyarakat, berwawasan lingkungan, dan melaksanakan promosi investasi Pariwisata kota melalui forum komunikasi bisnis reguler dengan investor dan luar negeri,” pungkasnya.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.