Kabar Buruk Kembali Melanda Dunia Pendidikan, Dindik Babel Panggil Kepsek SMK Negeri 4 Pangkalpinang

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Adanya dugaan salah seorang siswa SMK Negeri 4 Pangkalpinang yang mendapat tindak kekerasan selama mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakrin) di Wilayah Pati, Jawa tengah, hingga menyebabkan gangguan kejiwaan.

Dalam hal ini, Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Bangka Belitung, Saiful Bakhri mengungkapkan bahwa sudah memanggil pihak SMK Negeri 4 Pangkalpinang untuk dimintai keterangan terkait kejadian yang di alami salah satu siswa SMK Negeri 4 Pangkalpinang berinisial MZ (17).

Dikatakan Saiful, sebelumnya sudah disampaikan ke pihak sekolah bahwa para siswa-siswa yang mengikuti Prakrin harus lebih sering dipantau perkembangannya, agar hal yang tidak diinginkan seperti saat ini tidak terjadi.

“Pagi tadi kita sudah kesekolah untuk mendapatkan kronologis yang sebenarnya. Tadi kami sudah memanggil kepsek dan salah satu guru yang mendampingi ,kami sudah mendapatkan gambaran bahwa salah satu siswa kita memang ada sedikit masalah gangguan kejiwaan,” ungkap Saiful diruang kerjanya, Senin (11/04/2022).

“Saya sudah menekankan ke pihak sekolah untuk memantau perkembangan dari psikis anak ini secara by phone atau apalah, jangan sampai dia merasa sendiri, karna ini butuh bimbingan dan pendampingan dari orang-orang terdekat,” tegas Kabid SMK.

Untuk diketahui, menurut pengakuan dari orangtuanya, MZ (17) mengalami depresi ataupun gangguan kejiwaan seusai mengikuti Prakrin di wilayah Pati, Jawa tengah hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa pada (10/04) kemarin.

Tak hanya itu, pihak keluarga MZ (17) juga mendunga adanya tindak kekerasan yang dilalukan di tempat anaknya mengikuti Prakrin. Hal itu berdasarkan pengakuan MZ (17) sendiri, saat masih dalam keadaan sadar.

Lebih lanjut, atas kejadian ini, Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Bangka Belitung berharap agar menjadi bahan evaluasi kedepannya.

Dan juga berharap, agar hal serupa takkan pernah terjadi di dunia pendidikan Babel lagi. Mengingat, kejadian tersebut sudah pernah terjadi pada Desember 2021 lalu.

“Mari kita bersama-sama untuk mengevaluasi dan menganalisa baik itu tempat, pelaksanannya itu seperti apa, kami juga berharap kawan-kawan disekolah hal ini untuk jadi bahan evaluasi kita semua, kita harapkan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, Dan ini kedua kalinya terjadi, ditempat dan sekolah yang sama,” pungkas Saiful.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.