Pasca Seorang Siswa Alami Gangguan Psikis Usai Magang, Penerimaan Siswa SMKN 4 Pangkalpinang Akan Lebih Selektif

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Menindaklanjuti terkait seorang siswa SMK Negeri 4 Pangkalpinang berinisal MZ (17) yang mengalami gangguan kejiwaan usia melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakin) di wilayah Pati, Jawa Tengah.

Dinas Pendidikan Bangka Belitung melalui Kabid Pembinaan SMK, Saiful Bakhri kembali memanggil Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Pangkalpinang Zulkifli, Kamis (14/04/2022).

Dijelaskan Saiful, bahwa pemanggilan ini untuk meyampaikan catatan bahwa ada beberapa hal yang harus di evaluasi oleh pihak sekolah secara internal maupun dengan beberapa lembaga kerjasama yang menyalurkan para siswa untuk mengikuti Prakrin di wilayah Pati, Jawa Tengah tersebut.

“Kami sarankan tadi untuk proses seleksi penerimaan siswa baru khususnya Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI) itu harus betul-betul di perhatikan dari segala aspek, baik itu mental, kesehatan hingga kejiwaan. Ini harus dilakukan check up menyeluruh, karna nanti ketika mereka ikut magang itu tantangannya begitu luar biasa berat,” jelas Saiful.

“Proses seleksi ini harus benar-benar selektif, seperti apa yang telah disampaikan pak Gubernur untuk diadakan Psikotes dan juga pihak sekolah harus memberikan gambaran kondisi yang ada di kapal, jangan sampai memberikan informasi yang baik-baik saja tapi yang buruk-buruknya tidak,” sambungnya.

Selain itu, Ia juga menegaskan agar pihak sekolah untuk berkomunikasi lebih baik lagi dengan pihak LPTK terkait kondisi anak-anak selama menjalankan Prakrin di wilayah Pulau Jawa tersebut.

“Kita bukan menyalahkan siapa-siapa disini, tapi mari kita intropeksi diri kita masing-masing, kelemahan Dinas Pendidikan ini apa, kelemehan sekolah itu apa hingga kelemahan perusahan-perusahan itu apa agar hal-hal demikian ini tidak terjadi lagi,” ungkap Kabid Pembinaan SMK.

Akan tetapi, menurut Saiful, pihaknya belum bisa menentukan siapa salahnya atas kejadian ini, karna setiap pihak mengeluarkan dalih yang berbeda-beda.

“Karna menurut pihak kami informasi yang akurat ini sangat penting agar bisa menjadi bahan kami untuk mengevaluasinya,” tuturnya.

Atas kejadian ini, Dinas Pendidikan Babel pun berharap pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak khususnya yang mengikuti prakrin ataupun magang dengan resiko kerja yang tinggi.

Lebih lanjut, Saiful juga berharap komunikasi yang dibangun antara pihak sekolah dan beberapa lembaga penyalur kerja dapat lebih baik lagi agar ketika harmonisasi kedua belah pihak tersebut sudah baik maka akan berdampak baik juga terhadap anak-anak tersebut.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.