Layanan Rehabilitasi Sosial Bagi WBP Sustik Pangkalpinang Resmi Ditutup, Kadiv PAS Harapkan Hal Ini

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang melangsungkan kegiatan penutupan layanan rehabilitasi sosial bagi Warga Binaan Permasyarakatan (WBP), di halaman Lapas Narkotika, Selasa (09/08/2022).

Diketahui, kegiatan yang berlangsung sejak 1 Februari- 1 Agustus 2022, bertujuan untuk memberikan edukasi serta pengetahuan bagi para WBP tentang bahayanya narkotika bagi kehidupan.

Selain itu, hal ini juga untuk menindak lanjuti amanah dari undang-undang (UU) no 35 tahun 2009 tentang rehabilitasi bagi pecandu dan pengguna narkotika.

Seperti yang telah disampaikan Kepala Divisi Permasyarakatan (Kadiv PAS) Kanwil Kemenkumham Babel, Agus Irianto kepada awak media usai kegiatan tersebut.

“Tentunya kegiatan ini agar dapat menjadi bekal bagi para WBP selepas dari sini (lapas-red) dan bisa menjadi manfaat kedepannya,” ujar Agus Irianto.

“Berlangsungnya kegiatan ini juga berkat sinergitas kita bersama BNNP, karna mereka juga mensupport berlangsungnya kegiatan kita ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, Agus juga berharap, 300 WBP yang mengikuti kegiatan tersebut, nanti kedepannya tidak menjadi residivis dan tidak mengulangi lagi perbuatan terlarang tersebut.

Sementara itu, senada dengan Kadiv PAS, Kalapas Narkotika Pangkalpinang, Sugeng Hardono juga berharap para WBP tak menjadi residivis setelah keluar dan dapat bermanfaat kepada masyarakat serta negara.

“Dengan adanya rehab ini, ada pemahaman bahwa bukan narkoba atau sejenisnya untuk ketahanan tubuh. Harapannya juga mereka tidak menjadi residivis tapi menjadi masyarakat yang berguna bagi keluarga, masyarakat, dan negara,” imbuh Sugeng.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNNK Pangkalpinang, AKBP Noer Wisnanto turut mengapresiasi pihak lapas atas suskesnya kegiatan layanan rehabilitasi ini.

“Kami dari BNN mengucapkan terimakasih kepada Kalapas Narkotika Pangkalpinang yang turut membantu suksesnya kegiatan ini, harapan kami pun sama, agar para WBP ini ketika kembali ke masyarakat bisa memberikan hal yang positif dan tidak mengulangi lagi kegiatan negatif dan merugikan diri sendiri maupun oranglain,” ungkap Noer.

Dikatakan Noer, bahwa pihaknya siap bersinergi dengan pihak manapun untuk memberikan edukasi serta pengetahuan tentang bahayanya narkotika bagi masyarakat khususnya Bangka Belitung.

“Tentunya hal positif ini akan terus berlanjut, Kami dari BNN pun membuka diri apabila ada dari masyarakat yang akan mengadakan kegiatan penyuluhan tentang bahaya narkoba ini,” tutup Kepala BNNK.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.