Komisi II DPRD Babel Minta PKS Naikkan Harga TBS Kelapa Sawit Sesuai Standarisasi

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung (Babel), Agung Setiawan menginginkan seluruh Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) yang ada di negeri serumpun sebalai dapat menaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sesuai standarisasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pasalnya hingga kini, menurut Agung, harga TBS kelapa sawit masih jauh dari harapan yang diinginkan masyarakat, walaupun diketahui harga TBS kelapa sawit sedikit demi sedikit mulai mengalami kenaikan.

“Kita harapkan khususnya kami Komisi II DPRD Babel kepada semua perusahaan kelapa sawit di Babel ini bisa menaikan harga TBS sesuai dengan standarisasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, berdasarkan itu bahwa (mengeluarkan-red) harga mitra, kalo non-mitra kan penyesuaian, maka para petani kita harapkan mereka ini andilah didalamnya. yang dulunya non mitra lalu menjadi mitra, Jadi petani kita bisa hidup lebih sejahtera,” ungkap Agung kepada beritacmm.com di ruang kerjanya, Selasa (27/09/2022).

Diketahui sebelumnya, Komisi II DPRD Babel juga telah melakukan rapat kerja dengan sejumlah perwakilan dari perusahaan sawit yang ada di Pulau Belitong, bertempat di Wisma Bougenville, Tanjung Pandan, Jumat (16/09) kemarin.

Disampaikan Agung, kunjungan tersebut salah satunya untuk menyoroti rendahnya harga TBS kelapa sawit khususnya yang berada di Pulau Belitong.

Dalam kesempatan itu, Ia juga menekankan kepada seluruh PKS agar sesegara mungkin menaikan harga TBS Kelapa Sawit tersebut. Selain itu, ia juga merasa perlu adanya perbaikan tata kelola sehingga harga sawit di Bangka Belitung ini dapat menjadi lebih baik lagi.

“Kita ini bicara jangka panjang. PKS beli barang, dia maunya legalitas. Nah, bicara legalitas ini agak sulit. Apakah tanamnya dihutan lindung, atau di hutan produksi, sertifikat bibitnya dari mana, banyak ceritanya. Tetapi, lebih bagus saya anjurkan kepada kawan-kawan petani ini, untuk menggabungkan diri di kelompok-kelompok tani,” kata Agung.

“Sehingga nantinya bergabung menjadi mitra dan dibina oleh perusahaan. Karena setiap PKS itu menerima binaannya, sehingga harganya bisa sama, tapi masuk dulu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, terkait kendala yang menyebabkan harga TBS kelapa sawit di Pulau Belitong lebih rendah ketimbang yang ada di Pulau Bangka karna jumlah PKS yang sedikit serta dampak dari larangan ekspor yang sempat diterapkan pemerintah.

Oleh karna itu, Ia berharap seluruh harga TBS kelapa sawit di Babel dapat mengalami kenaikan, dan tidak ada PKS yang memonopoli harga beli kelapa sawit tersebut.

“Khususnya Belitung kalo Belitung karna hanya satu pabrik yang beli TBS , karna ini mereka sendiri yang beli, makanya kami harapkan dimanapun berada itu tidak ada monopoli sehingga mereka ini bisa bersaing sesuai dengan harga pasar,” pungkas Ketua Komisi II DPRD Babel ini.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *