809 Jenis Pelanggaran Tercatat Selama Operasi Zebra Berlangsung, Ditlantas Polda Babel Ingatkan Hal Ini Kepada Masyarakat

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Operasi Zebra Menumbing yang resmi di mulai pada 3 Oktober 2022 lalu dan akan berakhir pada 16 Oktober 2022, hingga saat ini telah mencatat sejumlah pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh masyarakat.

Dalam hal ini, seizin Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Babel, Kasi STNK Ditlantas Polda Babel, Kompol Indra Gilang Kurniawan mengatakan, dari data yang di dapatkan sampai tanggal 9 Oktober 2022 ini tercatat telah terjadi sebanyak 70 pelanggaran, dimana pelanggaran ini didominasi oleh pelanggar yang tak menggunakan helm saat berkendara.

Selain itu, Indra mengatakan, pihaknya juga telah melakukan sebanyak 1310 teguran kepada masyarakat pelanggar lalu lintas pada operasi zebra tahun 2022 ini.

“Adapun jenis-jenis pelanggaran yaitu, pelanggaran helm 186, melawan arus sebanyak 29 pelanggar, menggunakan hp saat berkendara sebanyak 7 pelanggar, melebihi batas kecepatan ada 2 pelanggar, berkendara dibawah umur ada 24, lain-lainnya 561, sehingga total ada 809 jenis pelanggaran selama operasi zebra hingga tanggal 9 Oktober 2022 ini,” kata Indra kepada beritacmm.com diruang kerjanya, Selasa (11/10/2022).

Lanjut Indra, untuk jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sedikit mengalami peningkatan ketimbang pada tahun sebelumnya, dimana hingga saat ini telah terjadi 8 kejadian laka lantas, dimana diantaranya 4 meninggal dunia, 1 mengalami luka berat dan 6 luka ringan.

“Ini ada sedikit peningkatan dari tahun sebelumnya, ya mungkin kondisi cuaca juga dan kondisi jalan juga ya sehingga jumlah laka lantas meningkat sampai dengan tanggal 9 Oktober, sudah 8 kejadian,” jelasnya.

Oleh karna itu, Ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan saat berkendara, serta tak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan, seperti penggunaan HP dijalan hingga melawan arus saat berkendara.

“Tentunya tetap jaga keselamatan, gunakan helm standart, jangan melawan arus , juga jangan gunakan hp saat berkendaraan, yang sering lupa penggunaan sabuk pengamanan ketika menggunakan kendaraan baik pengemudi maupun penumpang karnakan tingkat kesadaran penggunaan sabuk pengamanan dikita ini sangat rendah sekali yah,” imbuh Kasi STNK Ditlantas Polda Babel ini.

Selain itu, Ia juga menghimbau kepada masyarakat pelanggar lalu lintas agar dapat segera melakukan konfirmasi apabila menerima surat tilang dari Ditlantas Polda Babel. Hal itu tentunya guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari.

“Kepada masyarakat Babel apabila mendapatkan surat yang dikirim direktorat lalu lintas (Ditlantas) berupa surat tilang itu segara melakukan konfirmasi, jangan ditunda-tunda. karna apabila masyarakat sebagai pelanggar tidak segera konfirmasi itu akan mempersulit di kemudian hari, karnakan kendaraan di blokir, tidak bisa bayar pajak, otomatis kan menjadi kendaraan yang bodong,” pungkas Indra.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *