Realisasi Penerimaan Pajak Tembus 82,43% dari Target, Kakanwil DJPb Babel : Luar Biasa!

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Penerimaan pajak di Provinsi Bangka Belitung (Babel) hingga September 2022 mengalami kenaikan yang signifikan. Dimana Realisasi Penerimaan Pajak tembus di angka Rp2,55 Triliun atau 82,43% dari target, ataupun tumbuh hingga 53,38%.

Demikian hal ini disampaikan Kepala Kantor Direktorat Jendral Perbendaharaan (DJPb) wilayah Babel, Edih Mulyadi, dalam kegiatan laporan Kinerja Fiskal Regional Babel realisasi hingga Triwulan III 2022, di Kantor DJPb Babel, Jumat (28/10/2022).

“Penerimaan pajak penghasilan ini saya akui begitu luar biasa ketimbang tahun sebelumnya,” kata Edih.

Menurut Edih, ada beberapa penyebab meningkatnya penerimaan pajak ini yaitu peningkatan aktivitas ekonomi, dampak implementasi UU HPP, dan harga
komoditas yang masih tinggi.

Sedangkan, realisasi Penerimaan Bea dan Cukai mencapai Rp226,95 M atau 107,03% dari target, tumbuh 52,45% (yoy). Hal ini disebabkan oleh kenaikan Bea Keluar dan Bea Masuk.

Selain itu, terdapat realisasi penerimaan Bea Masuk pada bulan September 2022 yang diperoleh dari impor barang modal berupa mesin dari 3 Perusahaan Industri Minyak Goreng Kelapa Sawit.

Namun, secara mount to mount (mtm) terjadi penurunan realisasi penerimaan Bea Masuk dan Bea Keluar pada bulan September 2022. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan produksi CPO dan Produk turunannya sehingga kebutuhan akan mesin untuk maintenance juga menurun.

“Sementara itu, penurunan Bea Keluar secara mtm disebabkan oleh pembatasan ekspor produk CPO dan turunannya serta menurunnya permintaan CPO dan turunannya yang dipengaruhi melemahnya perekonomian negara importir terbesar, seperti Tiongkok, dan adanya persaingan harga minyak nabati di pasar global,” jelasnya.

“Realisasi ekspor pada bulan September 2022 yang menghasilkan Bea Keluar berasal dari 4 komoditi, yaitu RBD Palm Stearin, Palm Kernel Expeller, RBD Palm Olein, dan RBD Palm Oil,” lanjut Kakanwil DJPb Babel.

Sementara itu, Realisasi PNBP berhasil mencapai Rp157,31 M atau 133,84% dari target, tumbuh sebesar 48,79% (yoy), yang didominasi oleh layanan administrasi dan penegakan hukum (Rp68,92 M) serta Pendidikan, budaya, riset, dan teknologi (Rp47,29 M).

Serta, untuk realisasi Penerimaan Hibah Langsung sebesar Rp325 Juta merupakan hibah yang diterima Polres Belitung dari Pemkab Belitung untuk Pengamanan Hari Raya Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru 2023.

Lebih lanjut, Edih juga memaparkan, bahwa berdasarkan kinerja penerimaan Per Jenis Pajak hingga September 2022 ini, PPh Pasal 25/29 Badan mengalami pertumbuhan terbesar, hal ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas ekonomi yang menjadikan laba usaha naik.

“Secara kumulatif sektor lainnya tumbuh positif karena pertumbuhan ekonomi yang positif, peningkatan transaksi usaha, dan tingginya mobilitas masyarakat,” pungkas Edih.

Berikut Kinerja Penerimaan Per Jenis Pajak s.d. 30 September 2022 :

– PPh Pasal 21 meningkat karena pembayaran bonus dan THR,serta pembayaran PPh 21 atas sertifikasi guru.

– PPh Pasal 22 tumbuh disebabkan oleh peningkatan transaksi pembelian bijih timah seiring dengan harga komoditas timah.

– PPh pasal 22 Impor tumbuh karena telah berakhirnya pemberian insentif ditahun sebelumnya, dan meningkatnya aktivitas impor barang modal dan bahan baku.

– PPh Pasal 25/29 OP mengalami kontraksi disebabkan adanya pembayaran ketetapan di tahun 2021 yang tidak berulang di tahun 2022.

– PPh Pasal 25/29 Badan mengalami pertumbuhan terbesar. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas ekonomi yang menjadikan labausaha naik.

– PPh Pasal 26 mengalami kontraksi disebabkan adanya pembayaran ketetapan yang tidak berulang pada tahun 2021 dan berakhirnya kontrak tenaga profesional asing pada perusahaan sektor timah

– PPh Final dan FLN meningkat karena Program Pengungkapan Sukarela(PPS).

– PPN DN (memiliki kontribusi terbesar) tumbuh karena tingginya aktivitas ekonomi, pengingkatan mobilitas masyarakat, kenaikan tarif PPN, masih tingginya harga komoditas dan tingkat permintaan atas hasil pertanian,pertambangan, dan industri pengolahan timah.

– PPN Impor tumbuh karena kenaikan impor barang modal dan bahan baku di berbagai sektor utama.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *