Terkait Dugaan Upaya Pembungkaman Terhadap Mahasiswa, Pihak UBB Angkat Bicara!

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Terkait pemberitaan beberapa media mainstream perihal sanksi terhadap beberapa mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), akhirnya pihak UBB berikan klarifikasinya.

Melalui Koordinator Humas UBB, Agus Susanto menyampaikan, bahwa sanksi yang diberikan sama sekali tidak terkait dengan kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat.

Menurut Agus, UBB selama ini berkomitmen menjaga kebebasan berpendapat di kalangan mahasiswa.

“Tidak benar juga bahwa ada 131 mahasiswa yang diberikan sanksi dalam 2 gelombang. 2 sanksi yang diberikan adalah dua hal berbeda untuk 33 dan 9 orang,” kata Agus kepada beritacmm.com, Senin (14/11/2022).

Ia juga menampik, adanya dugaan pemberiaan sanksi terhadap 122 mahasiswa UBB, sebagaimana yang telah diberitakan oleh beberapa media online tersebut.

“Kejadian pertama lokusnya di tingkat fakultas, diberikan oleh Dekan Fakultas Teknik kepada panitia kegiatan Ormawa pada bulan Juli 2022 lalu. Sanksi ini diberikan kepada 33 panitia, bukan 122 sebagaimana diberitakan, adapun peserta hanya diberikan teguran saja tidak diberikan sanksi,” tegasnya.

Dijelaskan oleh Agus, pemberian sanksi ini bermula dari kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas di luar batas waktu jam malam yang disepakati.

Lalu, ada pengaduan dari orangtua kepada Dekanat, sehingga Dekan mengambil tindakan untuk meminta acara dihentikan.

“Tapi bukannya menghentikan, panitia malah memindahkan acara ke Pantai pada keesokan harinya. Saat di Pantai, Dekan Kembali langsung mendatangi dan meminta mahasiswa untuk menghentikan kegiatan, namun mereka tetap memutuskan meneruskan kegiatan dan bahkan menginapkan peserta,” jelasnya.

Atas dasar ini, Lanjut Agus, Dekan pun membentuk tim disiplin dan kemudian menjatuhkan sanksi disiplin kepada panitia setelah melalui proses pemanggilan dan klarifikasi.

“Sanksinya bersifat membina, sebagian besar adalah kerja sosial secara akademik seperti ikut membantu kegiatan jurusan, penonaktifan pimpinan BEM, dan beberapa orang pengulangan mata kuliah tertentu. Pelaksanaannya sudah dijalani, bahkan ada yang sudah selesai,” beber Koordinator Humas UBB ini.

Sementara itu, sanksi berikutnya yang diberikan pada Bulan Oktober lalu adalah sanksi kepada mahasiswa yang berbeda. Sanksi ini diberikan kepada sekelompok mahasiswa yang mengganggu acara resmi PKKMB Agustus lalu dengan melakukan parade tanpa ijin dan mengambil mikrofon panitia untuk berorasi saat PKKMB berlangsung.

Menurut Agus, Kelompok mahasiswa ini tidak mengatasnamakan Organ Ormawa kampus dan Kampus memutuskan untuk melakukan pembinaan melalui tim disiplin kepada 9 mahasiswa dari kelompok mahasiswa tersebut. Sanksi diberikan di tingkat fakultas setelah melalui proses klarifikasi oleh tim. Dimana 9 mahasiswa tersebut 7 sanksi berupa larangan aktivitas kampus selama 30 hari dan saat ini sudah selesai dijalani, dan 2 orang lainnya 90 hari.

Dengan demikian, sanksi yang diberikan tidaklah terkait dengan urusan kebebasan berekspresi dan berpendapat, apalagi dianggap pembungkaman.

“Sanksi lebih pada penindakan atas pelanggaraan pada  aturan dan gangguan kegiatan. Sanksi pun pada prinsipnya adalah pembinaan,” kata Agus.

“Selama ini, mahasiswa UBB bebas saja berdemonstrasi, baik di dalam maupun di luar kampus, tak terhitung jumlahnya, termasuk membangun mimbar bebas sendiri, diskusi-diskusi bernuansa kritik, justru juga masih aksi setelah sanksi diberikan. Jadi kalau disebut pembungkaman, ini sebenarnya anomali dari fakta yang selama ini terjadi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Dikatakan Agus, bahwa kampus sejauh ini belum pernah memberi sanksi karena demo atau kritik. Bahkan sampai saat ini, kegiatan kemahasiswaan, baik di tingkat jurusan, fakultas, dan universitas berjalan lancar.

Akan tetapi, pihaknya juga menghimbau agar mahasiswa menyampaikan pendapat secara wajar dan objektif dengan tidak bertindak secara berlebihan, tidak anarkis, dan tidak destruktif, di dalam maupun di luar kampus.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga iklim akademik yang sehat dan menghasilkan profil lulusan dengan karakter yang konstruktif bagi peradaban bangsa. Penting juga kita memastikan bahwa demokrasi dijunjung dengan semangat menjaga ketertiban umum, tidak mengganggu, tidak merusak, dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku,” pungkas Agus.

Sebelumnya, Dilansir dari laman Tempo.co sebanyak 131 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung mengaku diskors pihak oleh kampus. Awalnya, pihak kampus menskors 122 mahasiswa pada 12 Oktober lalu. Kemudian sembilan mahasiswa lain menyusul diskors pada 16 Oktober.

Tim Disiplin Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) memberikan sanksi kepada ratusan mahasiswa berdasarkan dakwaan melanggar Peraturan Rektor Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Disiplin Mahasiswa UBB. Mereka diduga dituduh menyusup kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiwa Baru Universitas Bangka Belitung Tahun 2022 pada 9 Agustus 2022.

Sejumlah mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) pada Kamis, 10 November 2022, juga telah mendatangi sejumlah lembaga dan kementerian untuk menuntut keadilan atas dugaan upaya pembungkaman terhadap 131 mahasiswa yang diskors oleh pihak kampus ini.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *