Respon Wacana Rotasi Eselon II di Lingkungan Pemprov Babel, Ini Kata Beliadi

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACM.com

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi, turut merespon wacana rotasi eselon II di lingkungan kerja Pemprov Babel.

Menurut Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra ini, dilakukannya rotasi pimpinan di suatu lingkungan kerja adalah sesuatu hal biasa, selama berlandaskan hukum yang benar.

Akan tetapi, pihaknya mempertanyakan manfaat dari pergantian pejabat eselon II tersebut, apalagi diujung masa jabatan Ridwan Djamaluddin sebagai Pj Gubernur Babel.

“Sepanjang ada landasan hukum yang benar dan sesuai kebutuhan daerah dan bermanfaat, saya rasa tidak ada masalah,” kata Beliadi kepada beritacmm.com, Kamis (05/01/2023).

“Cuma saya kurang tau Pj (Ridwan Djamaluddin-red) ini masih berape bulan jadi Pj, kalau sudah di ujung masa jabatan apa iya akan bermanfaat bagi kepemimpinan beliau sebagai Pj?,” ungkapnya mempertanyakan hal tersebut.

Lanjut, pihaknya juga tidak mempermasalahkan apabila memang harus dilakukan rotasi kepada pejabat eselon II, selama memiliki landasan hukum yang benar.

“Namun pada dasarnya saya tidak ada masalah dengan rotasi karena itu adalah hal yang biasa,” pungkas Beliadi.

Untuk diketahui, sebelumnya, Penjabat Gubernur Bangka Belitung (Babel), Ridwan Djamaluddin membenarkan niatnya untuk melakukan rotasi jabatan eselon II, atau pejabat sekelas kepala dinas/badan dan biro di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan Pj Gubernur untuk melakukan rotasi tersebut lewat asessmen ini dimaksud untuk menyesuaikan posisi jabatan dengan latar belakang pendidikannya.

Disamping penyegaran terhadap posisi yang telah lama dijabat oleh pejabat tertentu lebih dari lima tahun. Seperti posisi Kepala Bappeda Babel, Kepala BPBD Babel dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Babel.

Ada pun rotasi ini sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan kinerja yang dilakukan sebelumnya. Diduga salah satu pemicunya, imbas dari rendahnya penyerapan anggaran pada APBD 2022 kemarin. Tak dipungkiri, rendahnya serapan anggaran yang menunggu akhir tahun tersebut membuat RD-begitu Ridwan dikenal, meradang. Sementara posisi jabatan yang diisi penjabat pelaksana sekarang sedang berlangsung untuk dilakukan open bidding atau lelang jabatan.

Namun ia menginginkan, rotasi pejabat eselon II  kelak yang dilaksanakan akan membuat agar pejabat tersebut bahagia dalam bekerja.

“Saya selalu katakan, kita ini bekerja untuk bahagia. Kalau saya seorang teknis disuruh katakanlah kepala dinas yang mengurusi agama, itu kan enggak pas. Nggak nyaman juga. Jadi tujuan asessmen juga untuk memperlihatkan kesesuaian pejabat dengan tugasnya,” ungkap Ridwan, Selasa (3/1) kemarin.

(Jek)

foto : Belitong Ekspres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *