Naiknya Harga Referensi CP0, Pendapatan Pemerintah Dari Bea Keluar Per Januari 2022 Melesat Hingga 569,01 Persen Dari Target

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Kondisi pandemi yang cenderung eskalatif menuntut Pemerintah untuk melakukan berbagai upaya perbaikan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kebijakan fiskal yang bersifat ekspansif menjadi salah satu upaya untuk menghindari pertumbuhan ekonomi yang negatif pada Triwulan IV 2021.

Seluruh Kementerian Negara/ Lembaga (K/L) dan Pemerintah Daerah didorong untuk segera melakukan percepatan realisasi belanjanya.

Selain itu, Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang berupa kebijakan dan insentif dalam berbagai sektor juga harus segera dilaksanakan untuk menjaga agar aktivitas perekonomian tetap berjalan dengan baik.

Hal tersebut juga berlaku pada wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seperti yang telah disampaikan oleh Kepala Kanwil DJPb Prov Babel, Edih Mulyadi pada Rapat Assets & Liabilities committee (ALCo) regional secara virtual, Rabu (23/02/2022)

“Secara umum, dengan derajat ketergantungan fiskal daerah yang masih cukup tinggi, sehingga peran dana APBN menjadi sangat strategis dalam kegiatan pembangunan serta peningkatan aktivitas dan daya tahan ekonomi mayarakat Provinsi Bangka Belitung, khususnya di masa pandemi ini,” tuturnya.

Sementara itu, sampai dengan 31 Januari 2022 realisasi penerimaan pajak pusat (PPh, PPN, PBB, Pajak Lainnya, Bea Masuk dan bea keluar) yang dapat dihimpun dari wilayah Kepulauan Bangka Belitung mencapai 192 miliar atau 7,01 persen dari target).

Secara spesifik, penerimaan dari Bea Masuk mencapai Rp. 0,43 miliar atau turun 14,53 persen (y-o-y). Sedangkan penerimaan dari Bea Keluar mengalami lonjakan cukup tinggi pada bulan januari di tahun 2022 ini, yaitu sebesar Rp.15,48 miliar, atau mencapai 569,01% dibandingkan dengan target bulan januari.

Hal ini disebabkan oleh naiknya harga referensi CPO yang menjadi dasar perhitungan tarif Bea Keluar dan meningkatnya volume ekspor CPO.

“Untuk penerimaan PNBP, s.d 31 Januari  telah mencapai Rp.16,77 miliar atau 15,8% dari target,” ungkap Edih.

“Proyeksi Penerimaan pada bulan Januari understated  sebesar Rp10,9miliar [realisasi Pajak lebih tinggi Rp0,06 miliar, realisasi Bea Cukai lebih tinggi Rp12,21 miliar, dan realisasi PNBP dan Hibah lebih rendah Rp1,37 miliar]. Pada bulan Februari 2022, penerimaan pajak diproyeksikan Rp131,99M, Bea Cukai Rp3,67M dan PNBP/Hibah Rp11,17M,” tungkas Kepala Kanwil DJPb Babel.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.