Sosok Kepahlawanan Tony Wen Dimata Para Sejarahwan Hingga Pengusaha Babel

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Ratusan perserta turut memeriahkan Seminar Kepahlawanan “Patriot Yang Terlupakan” Tony Wen, di Gedung pertemuan Grand Mutiara Hotel Pangkalpinang, Sabtu (25/02/2023).

Dalam kegiatan ini, ada empat narasumber yang dihadirkan yakni Ahmadi Sopian (Atok Kulop) mewakili penulis dan sejarahwan Babel, Ustad Fadilah Soberi mewakili Akademisi dan Rektor Universitas Muhamadiyah Babel, Yan Megawandi Mantan Seketaris Daerah Prov Babel dan Hidayat Arsani mantan Gubernur Babel dan pengusaha sukses asal Babel.

Pada kesempatannya, Ketua Pelaksana, Ahmad Wahyudi mengatakan, bahwa tujuan kegiatan ini untuk menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air dan jiwa kepahlawanan dalam generasi muda babel.

Selain itu, apa yang dilakukan oleh pihaknya ini akan menjadi jembatan untuk menghantarkan Tony Wen menjadi Pahlawan Nasional kedua di Negeri Serumpun Sebalai.

“Semoga dengan kegiatan ini bisa memupuk rasa cinta tanah air dan jiwa kepahlawanan generasi muda babel, serta semoga kegiatan seminar perdana Tony Wen ini kite bisa mendorong pemerintah untuk menjadikan Tony Wen sebagai Pahlawan Nasional kedua dari Babel,” tungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Budi Utama.

Menurut Budi, kegiatan ini merupakan sebuah pengetahuan yang belum tentu ada di sekolah-sekolah.

Oleh karna itu, dirinya berharap akan tumbuh rasa cinta tanah air dan sikap kepahlawanan bagi genarasi muda dengan memperkenalkan para-para pejuang asal Babel ini.

“Saya berharap dengan adanya seminar ini bisa memberikan wawasan yang luas kepada generasi muda Babel dalam mengenal para pejuang kemerdekaan dari Babel,” katanya.

“Melalui seminar kepahlawanan Tony Wen kita bisa mengambil hal-hal positif untuk kemajuan generasi muda Babel,” sambung Budi.

Sosok Tony Wen Dimata Narasumber!

Sementara itu, salah satu narasumber, Ahmadi Sopian menerangkan, bahwasannya Tony Wen adalah orang dekatnya Presiden RI Pertama Sukarno. Beliau dan keluarganya mengurus segala keperluan Sukarno Hatta ketika berada di Pulau Bangka

“Beliau adalah sosok warga Tiong Hoa yang berani dan tidak pernah menyerah walaupun harus ditangkap oleh Belanda dan sekutunya,” tuturnya.

Atok kulop Panggilan sehari-hari Ahmadi Sopian menegaskan seminar ini sudah tetap dan harus ada tindaklanjut untuk kedepan.

“Seminar ini telah memberikan dan membuka jalan untuk mengantarkan Tony Wen menjadi Pahlawan Nasional kedua  Babel,” ungkapnya.

Sedangkan, Ustad Fadilah soberi memaparkan sikap kepahlawanan Tony Wen sudah diakui dikanca nasional, dimana menurutnya, Tony Wen begitu berani mengambil resiko untuk membantu negara ini.

“Keberanian Tony Wen ini sangat diakui oleh Sukarno dan itu sesuai perintah yang diberikan kepada Tony Wen dan dilaksanakan dengan baik,” sebutnya

Selanjutnya, berbeda dari kedua narasumber sebelumnya, Rektor Universitas Muhammadiyah meminta kepada peserta yang hadir dalam acara tersebut untuk membuat tulisan dan dikirimkan ke UNMUH Babel. Hal ini tentunya sebagai apresiasi terhadap kepahlawanan Tony Wen tersebut.

“Saya akan berikan hadiah bagi para perserta yang membuat tulisan tentang kepahlawanan Tony Wen. Nanti tulisan itu akan diumumkan siapa pemenangnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yan Megawandi juga tak ingin ketinggalan memberikan pandangannya terhadap sosok Tony Wen. Menurutnya,  selain pemberani sosok Tony Wen juga seorang olahragawan yang terkenal pada masanya.

“Tony Wen juga seorang pemain Bola kaki dan dia juga pendiri persatuan Bola Basket Indonesia, makanya dulu di Kabupaten Bangka banyak lapangan basket sampai desa,” tuturnya

Terakhir, dirinya berharap, jika nanti memang mau diusulkan jadi pahalwan nasional maka harus ada kejelasannya karena untuk tanggal lahirnya pun masih ada dua argumen yang berbeda.

“Nanti kita minta bantu Datu Elvian dan Ali Usman yang bisa mengali informasi seperti ini. Nanti para pengiat sejarah harus dilibatkan, karena bukan hal mudah untuk mengajukan seseorang menjadi pahlawan nasional,” pungkas Yan.

(Jek/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *