BeritaDaerahKriminalNasional

Belasan Pemuda Berkeliaran Bawa Sajam di Kota Pangkalpinang Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian 

Bagikan Berita

PANGKALPINANG,BERITACMM.COM

Tim Buser Naga Satreskrim Polresta Pangkalpinang berhasil mengamankan sebanyak 16 pemuda yang berkeliaran membawa senjata tajam (Sajam) di seputaran Kota Pangkalpinang, pada Minggu (26/2/2024) pukul 01.00 WIB kemarin.

Para pemuda tersebut ditangkap lantaran diduga akan melakukan aksi tawuran dengan menggunakan senjata tajam. Mirisnya lagi, mayoritas pemuda yang diamankan, masih berstatus sebagai pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA. 

Ketika dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (26/02), Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang, AKP Riza Rahman membenarkan terkait adanya mengamankan belasan pemuda yang hendak melakukan aksi tawuran.

Dikatakan dia, kejadian bermula dari laporan masyarakat, terkait adanya pemuda yang beriringan menggunakan senjata tajam. 

Dari hasil laporan tersebut tim Buser Naga Satreskrim Polresta Pangkalpinang, melakukan patroli dan berhasil mengamankan para pemuda tersebut.

“Iya jadi menerima laporan masyarakat lalu kita bergerak, dan beberapa remaja yang akan melakukan tawuran dan melakukan konvoi menggunakan sepeda motor dengan menggunakan senjata tajam,” jelasnya.

Riza menuturkan, bahwa belasan pemuda tersebut diamankan dari tiga lokasi yang berbeda-beda. Lokasi pertama yang diamankan yakni di daerah Raskin Tuatunu, dengan lima buah senjata tajam. 

Lalu lokasi kedua, di depan Kantor Lurah Kacang Pedang yang diamankan Sat Sabhara, dengan mengamankan tiga pemuda serta dua senjata tajam mulai dari pedang hingga plat besi berbentuk gergaji.

“Selain itu ada pula di BES Cinema yang diamankan Jatanras Polda Bangka Belitung, yang mengamankan dua pemuda serta dua pedang yang sempat dibuang kesemak-semak,” terang Riza.

Sedangkan, Lokasi terakhir yakni di lapangan Bola Selindung, dengan enam pemuda yang berhasil diamankan.

Tak hanya itu, lanjut Riza, bahwa 16 pemuda yang diamankan tersebut juga terbagi menjadi tiga kelompok yang berbeda-beda.

Kelompok pertama yakni kelompok Selindung yang berjumlah delapan orang, dengan mayoritas pemuda masih berumur 14 tahun. 

Ada pula kelompok Tuatunu yang berjumlah empat orang, dengan mayoritas masih duduk di bangku SMA. 

Terakhir kelompok ketiga berasal dari kelompok Kace berjumlah empat orang, dengan tiga diantaranya bukan lagi berstatus sebagai pelajar. 

Saat ini pun, para remaja tersebut telah dibawa ke Polresta Pangkalpinang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Beberapa remaja dan barang bukti dibawa ke Polresta pangkalpinang, untuk melakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangannya,” pungkasnya.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *