Siswa SMKN 4 Pangkalpinang Pulang Magang Alami Gangguan Mental, Diduga Sempat Mendapatkan Tindak Kekerasan

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Kabar kurang mengenakan kembali datang dari Dunia Pendidikan Bangka Belitung.

Kali ini, seorang siswa SMK Negeri 4 Pangkalpinang berinisial MZ (17) harus dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), usai mengalami depresi atau gangguan kejiwaan sesudah mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakin) di wilayah Pati, Jawa Tengah.

Saat ditemui, selaku orang tua siswa Tesna Putri membenarkan kejadian yang menimpa MZ (17) tersebut.

Dijelaskan Tesna, info tersebut didapatkan setelah adanya pengaduan dari salah satu teman dekat anaknya, yang juga sedang melaksanakan Prakrin di tempat yang sama.

“Kemarin (10/04) masuk rumah sakit jiwa, anak saya ini marah-marah gak jelas dan waktu saya jemput di Pati itu, MZ (17) kondisinya udah gak kenal lagi sama saya,” jelas Tesna kepada beritacmm.com di kediamannya, Kamis (11/04/2022)

“Info dapet dari temennya yang satu tempat Prakrin, Kita jemputnya itu tanggal 22 maret 2022 di mes magang, kondisi sudah gak sadar, kondisi nangis dan sedih
sudah di salah satu pondok pesantren rembang,” sambungnya.

Tesna juga mengatakan, saat MZ (17) masih dalam keadaan sadar, anaknya ini mengaku sering mendapat perlakuan tidak wajar dan tidak sesuai dengan SOP dalam mengikuti Prakrin.

“Kalo pengakuan MZ (17) waktu sadar. Ia sering benturkan ke dak, dipukul, dikeroyok juga,” katanya.

Lebih lanjut, Ia berharap pihak sekolah maupun agen terkait dapat bertanggung jawab atas kejadian yang lagi-lagi mencoreng dunia pendidikan yang ada di Negeri Serumpun Sebalai ini.

“Harapannya sehat, Kami ngantar sehat, pulang harus sehat juga, Ini juga kita bawa masuk rumah sakit gak ada biaya. Kami minta pihak sekolah bertanggung jawab sepenuhnya,” harap Tesna.

IMG20220411102537
Kepsek SMK Negeri 4 Pangkalpinang, Zulkifli

Sementara itu, kepala sekolah SMKN Negeri 4 Pangkalpinang, Zulkifli menampik adanya dugaan kekerasaan yang dialami salah satu siswanya selama mengikuti Prakrin di Pulau Jawa tersebut.

“Kami disana gak melepas semena-mena siswa kita, kita juga ada kerjasama dengan salah satu LPK. Nah di PT ini ada yang bertanggung jawab, misalkan nahkoda ataupun wakilnya. Ini juga yang wakil nahkoda yang menyampaikan bahwa anak ini ada masalah sedikit,” ujar Zulkifli.

Saat diminta bukti hasil diagnaso dari Rumah Sakit (RS) terkait MZ (17) ini, Zulkifli enggan menunjukannya lantaran bersifat rahasia.

Akan tetapi, Ia menegaskan dalam hasil diagnosa tersebut, tak ada indikasi adanya pemukulan ataupun tindak kekerasan.

“Bukan kekerasan, itu kan ungkapan MZ (17) saja, tapi dari foto kan tidak tau. Karna Hasil analisis dokter gak ada indikasi kecelakaan pemukulan,” tegas Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Pangkalpinang ini.

“Kami dari pihak sekolah juga akan bertanggung jawab, nanti kita bantu di asusransi dan pembiayaan pengobatan ini juga,” tutup Zulkifli.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.