Hutan Konservasi Menumbing Rusak Dihajar Penambang, Pemkab Babar Minta Pemprov Babel Untuk Lebih Perhatian

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Kawasan Tanam Hutan Rakyat Bukit Menumbing di Kabupaten Bangka Barat, yang merupakan hutan konservasi rusak di hajar para penambang illegal.

Diketahui, kawasan konservasi seluas 3.333 Ha yang diserahkan kepada Pemkab Bangka Barat pada 2016 lalu ini, 981 Ha diantaranya sudah tidak dalam kondisi baik lagi.

Oleh karna itu, Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesra Pemkab Bangka Barat, Ridwan berharap adanya perhatian khusus bagi Pemkab Bangka Barat dari berbagai pihak termasuk Pemprov Babel, dalam membantu melindung salah satu kawasan konservasi di Babel yang memiliki nilai sejarah tersebut.

“Kita minta khusus menumbing salah satu kawasan konservasi di Babel, yang diatasnya ada situs sejarah, ada herritage. Jadi kita berpikir kita ingin ada lebih perhatian dari berbagai pihak untuk melindungi menumbing ini agar terhindar dari kerusakan yang lebih parah,” kata Ridwan usai mengikuti rapat penanganan penambang illegal, di Kantor Gubernur Babel, Jumat (08/07/2022).

Selain siap berkoordinasi dengan Pemprov Babel, Ridwan juga menyarankan agar dapat dilakukan patroli rutin dikawasan menumbing guna meminimalisir perbuatan terlarang, baik itu illegal mining ataupun lainnya dikawasan itu.

“Dengan kita sering ke lapangan inikan dapat meminimalisir potensi mereka untuk melakukan penambangan ini lebih kecil, karna bagaimanapun mereka yang melakukan penambangan illegal itukan perasaan takutnya lebih besar sebenarnya,”

Lebih lanjut, Ia juga berharap kedepan adanya keterlibatan berbagai pihak dan provinsi dalam menangani penambangan illegal di bukit menumbing.

Apalagi mengingat, kawasan tersebut merupakan sejarah karna Presiden Pertama RI Ir.Soekarno sempat diasingkan di kawasan konservasi tersebut, pada masa perjuangan merebut kemerdekaan negara Indonesia ini.

“Karna selama ini memang itu yang paling mencolok, kita punya hutan produksi dan lainnya tetapi menumbing ini khas, karna itu situs sejarah dan dipucuknya ada herritage itu, sudah saya katakan tadi hutan konservasi ini level paling tinggi loh,” pungkas Ridwan.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.