Angka Partisipasi Sekolah Perguruan Tinggi Dinilai Masih Rendah, Pemprov Babel Siapkan Langkah-Langkah Ini

Bagikan Berita

Pangkalpinang,BERITACMM.com

Angka partisipasi sekolah Perguruan Tinggi di Bangka Belitung dinilai masih sangat rendah. Dimana persentase tersebut hanya berkisar 15% saja, terlampau jauh apabila  dibandingkan dengan persentase di nasional yang berkisar kurang lebih 31%.

Tentu hal ini mengundang kekhawatiran dari berbagai pihak, tak terkecuali PJ Gubernur Babel, Ridwan Djamaludin.

“Angka partisipasi sekolah Perguruan Tinggi di Babel ini rendah secara nasional hanya 15 sekian persen, artinya dari seluruh penduduk Babel yang berusia 19 tahun keatas hanya 15 persen yang mengikuti perguruan tinggi yang ada di Bangka Belitung,” ungkap Ridwan di Pangkalpinang, Kamis (03/11/2022).

Selain itu, Ia juga mendapatkan laporan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) di Babel hanya 9,2 tahun. Artinya pendidikan masyarakat di Babel masih terhitung rendah dan kebanyakan pendidikannya hanya sampai pada Sekolah Pendidikan Pertama (SMP) saja.

Oleh karna itu, Ia juga berencana kembali mengumpulkan para Rektor Perguruan Tinggi yang ada di Babel untuk mencari solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut.

“Saya berusaha keras memperbaiki itu karna tadi saya sampaikan modal paling penting untuk pembangunan itu adalah SDM, makanya ini tidak boleh terjadi lagi,” kata PJ Gubernur Babel ini.

Untuk diketahui, Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah proporsi anak sekolah pada suatu jenjang pendidikan tertentu dalam kelompok umur yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. Semakin tinggi APK berarti semakin banyak anak usia sekolah yang bersekolah di suatu jenjang pendidikan pada suatu wilayah.

Lebih lanjut, Dikatakan Ridwan, bahwa pihaknya juga telah menyiapkan langkah-langkah dalam mengantisipasi rendahnya APK yang ada di negeri serumpun sebalai ini, diantarnya:
– melakukan pendalaman, terkait akar permasalahan.
– merangkul anak-anak agar memiliki keinginan untuk menempuh perguruan tinggi.
– melakukan pendataan bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikannya di luar Babel.
– memberikan pencerahan kepada anak-anak.

Selain itu, pihaknya juga akan menelisik lebih dalam lagi terkait permasalahan rendahnya APK yang ada di Babel. Dimana dikhawatirkan kemudahan mendapatkan uang menjadi salah satu faktor enggannya anak-anak melanjutkan pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi.

(Jek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *