BeritaDaerahEkonomi BisnisNasional

Kampung Reklamasi Selinsing Diserbu Warga Saat Libur Lebaran

Bagikan Berita

BelitungTimur,BERITACMM.com

Kampung Reklamasi Selinsing menjadi salah satu pilihan rekreasi masyarakat saat Idul Fitri 1441 Hijriah. Lahan bekas tambang yang dikelola PT Timah Tbk bersama BUMDes Selinsing ini dikunjungi ribuan orang.

Lahan bekas tambang yang disulap menjadi kawasan edu eco tourism ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Karena pada libur lebaran kali ini jumlah pengunjung meningkat signifikan.

Kepala BUMDes Selinsing, Diki Apriansyah mengatakan, selama dua hari beroperasi di musim Lebaran ini, ribuan orang telah berkunjung.

“Jumlah pengunjung selama dua hari ini kurang lebih 1.000 orang dengan 600 tiket terjual,” kata Diki Apriansyah.

Kawasan wisata yang mengusung konsep wisata agro-edu ini merupakan bekas kawasan pertambangan yang disulap menjadi destinasi wisata yang menarik. Pengunjung dapat melihat langsung pertanian, peternakan, perkebunan, serta dapat menikmati wisata air.

Pada musim liburan ini, bisa mencapai 50-100 orang yang mengunjungi Kampoeng Reklamasi Selinsing setiap harinya, sedangkan pada akhir pekan bisa mencapai 500 orang.

“Rata-rata jumlah pengunjung sekitar 70 persen dari Kabupaten Belitung, dan kegiatan yang dilakukan adalah bersantai bersama keluarga dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Desa Reklamasi Selinssing seperti spot foto, gazebo dan wahana air,” jelasnya.

Menurut Diki, keberadaan destinasi wisata ini memberikan dampak yang sangat besar, baik bagi masyarakat setempat maupun masyarakat dari kecamatan atau kabupaten lain, yakni memiliki pilihan baru untuk berekreasi dengan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang memang menghadirkan alam terbuka. suasana.

“Reklamasi Kampung sangat cocok untuk momen bersama keluarga, sedangkan untuk BUMDes Mitra Jaya Selinsing, dampak dari momentum lebaran ini sudah jelas yaitu bisa menambah penghasilan setelah satu bulan puasa, bisa dipastikan tidak akan ada penghasilan selain tiket masuk,” jelasnya.

Kemudian mereka memastikan keselamatan pengunjung menjadi perhatian mereka, sehingga mereka selalu mengimbau pengunjung untuk berhati-hati saat berwisata.

Dijelaskannya, mereka menyiapkan sarana dan prasarana yang baik dari lingkungan sekitar seperti gazebo, spot foto, rumah adat, kantin, mushola, toilet dan wahana air yang merupakan fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan cukup memadai.

Padahal, secara umum, masyarakat merespon dengan sangat baik segala fasilitas yang ada.

“Selaku pengelola, kami mendapat masukan dari pengunjung untuk menyediakan fasilitas lain seperti membuka kantin terapung dan ada beberapa pengunjung yang berharap bisa dibangun kolam renang khusus anak-anak,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *